Friday, September 12, 2014

Askep Tonsilitis Akut

Sudah dijelaskan di artikel sebelumnya, Tonsilitis Akut adalah inveksi pada amandel yang kadang menyebabkan peradangan dan juga demam. Secara klinis peradangan akut atau baru ditandai dengan nyeri pada saat menelan (odinifagi) dan juga disertai demam. Sedangkan yang sudah menahun biasanya tidak nyeri pada saat menelan tetapi jika ukuran peradangan besar (hipertrofi) akan menyebabkan kesulitan menelan.

Askep Tonsilitis Akut

Berikut ini contoh Laporan Keperawatan untuk kasus Tonsilitis :



Asuhan Keperawatan Post Operasi dengan Tonsilitis kronis

1. Pengkajian
A. Identitas
1. Identitas Klien
Nama               : Tn R
Umur               : 9 tahun
Jenis Kelamin  : Laki - Laki
Pendidikan       : SD
Tgl masuk RS  : 26 September 2014
Kamar/Kelas    : Paviliun 2 / 3
No.Med.Rec     : 205654
Diagnosa           : Tonsilitis Kronis Hipertrofi
Tgl Pengkajian  : 27 September 2014
Alamat              : Jl.Pare No. 14 Bekasi Timur

2. Identitas Penanggung Jawab
Nama                 : Tn B
Umur                 : 45 tahun
Pendidikan         : SMA
Pekerjaan           : Wiraswasta
Alamat               : Jl.Pare No. 14 Bekasi Timur

B. Riwayat Kesehatan :
1. Keluhan Utama : Klien merasa sakit pada saat menelan makanan. Sakit yang dirasa hanya di daerah tenggorokan.
2. Riwayat Kesehatan saat ini :  pasien datang tanggal 26 September 2014 dan dirawat di kamar paviliun 2 kelas 3. Pada saat dikaji tanggal 27 September 2014, klien merasa sakit di daerah tenggorokan dan sakit bertambah jika klien menelan makanan atau minuman.
3. Riwayat Kesehatan Dahulu : Orang Tua klien mengatakan bahwa klien mengidap penyakit ini sejak satu tahun yang lalu dan belum pernah dilakukan tindakan pembedahan.
4. Riwayat Kesehatan Keluarga : Klien menyatakan di keluarganya tidak ada yang mengidap penyakit yang sama dengan klien.

C. Keadaan Umum :
1. Penampilan : Klien terlihat lemas dan pucat
2. Kesadaran :
    Kualitas   : Composmentis
    Kuantitas : E = 4 , M = 6, V = 5, GCS = 15
3. Berat / Tinggi badan : 40Kg / 145cm
4. TTV :
- T = 36.4 Celcius
- P = 80x/menit
- R = 20x/menit
- S = 100/80mmGh

D. Pemeriksaan Fisik :
1. Kepala dan Rambut = bentuk simetris tidak ada lesi atau benjolan, tidak ada nyeri.
2. Mata = bentuk simetris, konjungtiva merah muda, sklera mata putih, tidak memakai alat bantu penglihatan.
3. Hidung = bentuk simetris, tidak ada lesi dan benjolan. penciuman baik.
4. Telinga = bentuk simetris, telinga bersih, fungsi pendengaran baik.
5. Oral Cavity = mukosa bibir kering,kondisi gigi kurang bersi, tonsil klien keliatan membesar.
6. Leher = tidak ada pembesaran KGB, tidak ada pembesaran Tyroid, pergerakan leher baik.
7. Dada = bentuk simeteris, pergerakan dada baik, pernafasan normal
8. Abdomen = bentuk simetris, tidak ada nyeri, tidak ada keluhan.
9. Genetalia = tidak terpasang DC.
10. Punggung dan Bokong = tidak ada lesi dan dekubitus, tidak ada nyeri
11. - Ekstremitas Atas = bentuk simetris, kondisi kuku bersih, terpasang infus di sebelah kiri.
      - Ekstremitas Bawah = bentuk simetris, kondisi kuku bersih, pergerakan bebas tanpa ada keluhan nyeri.
12. Integumen = kondisi kulit bersih, tidak terdapat lesi dan kondisi kulit lembab.

E. Data Penunjang :
1. Data Psikologis = klien terlihat stabil, terhadap penyakit klien optimis akan sembuh penyakitnya.
2. Data Sosial = hubungan klien dengan Rumah Sakit dan tenaga medis sangat baik. Keluarga klien sangat mendukung penuh untuk kesembuhan klien.
3. Data Spiritual = klien selalu berdoa untuk kesembuhan penyakitnya.
4. Data Ekonomi = klien termasuk dalam tingkat perekonomian menengah.
5. Data Laboratorium = data terlampir di lampiran I.

Demikian Asuhan Keperawatan bagian I, untuk berikutnya adalah : Diagnosa Keperawatan, Rencana Keperawatan, Implementasi Keperawatan dan Evaluasi Keperawatan.

Sumber : Kumpulan AsKep.






No comments:

Post a Comment

"Terima Kasih Atas Kunjunganya,Silahakan Tinggalkan Komentar"